Lembaga Pemasyarakatan Khusus Narkotika di Balikpapan | BAB IV - samuelamtiur
Lembaga Pemasyarakatan Khusus Narkotika di Balikpapan | BAB IV

Lembaga Pemasyarakatan Khusus Narkotika di Balikpapan | BAB IV

Share This
BAB IV
KONSEP PERANCANGAN


IV.1. KONSEP EKSTERNAL
Kondisi eksternal suatu site sangat berpengaruh terhadap hasil perancangan. Orientasi matahari dan angin, kebisingan, view dan pencapaian merupakan faktor eksternal yang mempengaruhi perancangan Lembaga Pemasyarakatan Khusus Narkotika.

IV.1.1. Konsep Orientasi Matahari dan Angin
Berdasarkan analisis, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perancangan Lapas Khusus Narkotika berkaitan dengan orientasi matahari dan angin adalah sebagai berikut:
    Zona pelayanan perawatan medis, khususnya ruang-ruang perawatan,  diprioritaskan berada pada bagian site yang langsung memperoleh matahari pagi. Cahaya matahari pagi dapat mempengaruhi kondisi ruang perawatan.
    Arah bukaan pada bangunan perlu memperhatikan orientasi matahari dan angin. Perlakuan terhadap bukaan berbeda-beda tergantung arah bukaannya. Fungsinya untuk mengurangi masuknya pencahayaan alami yang merugikan.
    Penerapan vegetasi dan ruang-ruang terbuka hijau sebagai elemen yang berfungsi menyaring dan mereduksi sinar matahari langsung ke bangunan yang tidak memerlukan sinar matahari langsung seperti pada sore hari. Ruang-ruang terbuka dan taman di dalam site dapat membantu penyebaran pencahayaan matahari dan angin secara merata pada ruang-ruang.


IV.1.2. Konsep Pencapaian Dan Sirkulasi Eksternal
Berdasarkan analisis, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perancangan  berkaitan dengan pencapaian adalah sebagai berikut:
    Satu-satunya jalur sirkulasi menuju site adalah jalan Iswahyudi, sehingga entrance site berada pada sisi site yang berbatasan langsung dengan jalan.
    Pencapaian zona pelayanan administrasi (Kantor Utama) di Lapas merupakan zona publik yang bersifat langsung, sedangkan pencapaian zona lainnya bersifat tidak langsung karena adanya pertimbangan faktor keamanan. Perlu pemisahan yang jelas dari sirkulasi dalam site dengan adanya pagar-pagar pembatas yang terlihat jelas.


IV.1.3. Konsep Kebisingan
Berdasarkan analisis, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perancangan berkaitan dengan kebisingan yang berasal dari kegiatan di sekitar site maupun kebisingan internal tertentu pada site adalah sebagai berikut:

    Pemunduran bangunan dari sumber kebisingan untuk menurunkan intensitas kebisingan yang datang. Sumber kebisingan yang paling besar adalah kegiatan lalu lintas. Perletakan zona kegiatan pembinaan di dalam Lapas perlu memperhatikan arah datangnya kebisingan tersebut. Zona administrasi (kantor utama) diposisikan paling dekat dengan jalan karena sifat kegiatannya berhubungan dengan publik. Sedangkan, zona yang lain diposisikan lebih jauh.
    Barrier vegetasi dapat diterapkan pada sisi site yang menghadap jalan selama tidak mengganggu view.
    Pada bagunan kantor utama, menggunakan dinding masif yang mempunyai bukaan yang lebih sedikit atau dengan kaca mati sehingga dapat mengurangi masuknya suara secara langsung.
    Untuk mengurangi kebisingan internal tertentu yang terjadi dari aktivitas di dalam site, penzoningan terhadap massa dan ruang berdasarkan sifat kegiatannya perlu dilakukan. Pemisahan antarmassa dapat berupa ruang-ruang terbuka/taman sehingga intensitas kebisingan berkurang.


IV.1.3. Konsep View
Berdasarkan analisis, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perancangan berkaitan dengan aspek view adalah sebagai berikut:

    View terbaik bangunan dapat ditangkap dari arah jalan. Gedung kantor utama yang menghadap jalan perlu mamberikan respon terhadap view. Zona medium security dan max security perlu di halangi viewnya baik view in maupun view out.
    Dinding pembatas dibuat masif dan tinggi sesuai standar yang ada untuk menghalangi pandangan dari arah luar site maupun dari dalam site. Pemandangan yang terlindung dan pribadi berupa taman dapat diterapkan untuk memberikan view yang baik dari bangunan.


IV.1.3. Konsep Tampilan Bangunan
Bangunan Lapas khusus narkotika ini berfungsi sebagai sarana pembinaa bagi narapidana. Adapun dasar pertimbangan tampilan bangunan untuk Lapas khusus narkotika, sebagai berikut:
    Sesuai dengan fungsi bangunan. Bentuk dan tampilan bangunan diharapkan dapat mencerminkan fungsi bangunan itu sendiri, yaitu sebagai tempat pembinaan (pemasyarakatan).
    Pemeliharaan bangunan. Menjamin kemudahan dalam pemeliharaan bangunan yang dapat dicapai dengan penerapan prinsip kesederhanaan bentuk dan menghindari ornamen-ornamen yang rumit yang dapat menyulitkan pemeliharaan bangunan.

No comments:

Post a Comment