Perjalanan Ku Ke Kota Bamako, Mali - samuelamtiur
Perjalanan Ku Ke Kota Bamako, Mali

Perjalanan Ku Ke Kota Bamako, Mali

Share This
Setelah saya memutuskan untuk menerima pekerjaan yang baru, saya mempersiapkan semua keperluan saya untuk saya bawa ke kota ini. Ini yang pertama kali saya melakukan perjalanan ke benua Africa yang menurut gambaran orang lain bahwa Africa itu panas dan tempatnya menyeramkan. Well, sempat membuat ku berfikir untuk menolak kesempatan ini, namu jika saya tidak mencobanya, maka saya tidak akan memiliki kesempatan lagi dan semua hanya tetap menjadi mimpi.


SAMS Sepinggan International Airport, Balikpapan, Indonesia

Saya berangkat dari kota Balikpapan dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia menuju bandara Soekarno-Hatta di Tanggerang, Banten. Setelah tiba disana, saya melajutkan perjalanan saya menuju kota Bangkok, Thailand menggunakan pesawat Ethiopia Airlines untuk mengambil penumpang dari sana. Karena penumpang dari Indonesia sangat sedikit. Padahal saya menggunakan pesawat Boeing 787 dengan kapasitas yang sangat besar. Seingat saya kami didalam psawat dari Indonesia ke Thailand hanya dengan isi 26 penumpang. Namu setelah penumpang dari Bangkok, Thailand naik, pesawat jadi full.

Tiket Pesawat Balikpapan - Cengkareng, Tanggerang
Tiket Pesawat Cengkareng Tanggerang - Addis Ababa, Ethiopia


Dari Bangkok, Thailand kami menuju kota Addis Ababa, Ethiopia dengan lama penerbangan 13 jam 30 menit. Lumayan menjenuhkan di pesawat dengan durasi yang selama itu. Dari Addis Ababa, saya melanjutkan perjalanan lagi menuju kota Bamako, Mali dengan pesawat Boeing 767-300 selama 7 jam. Rasanya pantat ini sudah sangat tebal karena lamanya duduk dipesawat.

Senou International Airport, Bamako, Mali

Sesampainya di Bamako, Mali saya dijemput oleh seorang driver lokal yang memiliki kemampuan bahasa Inggris yang cukup baik. Oia, di sebagian besar negara di Africa Barat, bahasa utamanya adalah bahasa Perancis. Sehingga warga yang bisa bahasa Inggris sangat jarang ditemukan disini. Hal ini terjadi sebaliknya di Africa bagian selatan.


Kesan pertama melihat kota ini, sangat tidak nyaman. Hahahaha...... Debu berterbangan dimana-mana, masih banyak jalan yang belum memiliki trotoar, jalan yang sebagian belum di aspal dan masih banyak yang lainnya. Namun interaksi dengan warga disini sangat baik. Mereka ramah dan sangat menerima pendatang yang mau berinteraksi dengan mereka. Saya sangat bersyukur karena saya sangat diterima oleh teman-teman disini. Walaupun banyak teman-teman warga Bamako sendiri yang meminta untuk tidak keluar pada malam hari (diatas jam 9 malam) karena keamanan dimalam hari sangat susah dijamin bagi warga asing.

Semoga bisa sedikit memberi gambaran mengenai kesan dari ku tentang kota Bamako.
Oia, berikut video rute perjalanan saya setiap hari dari apartment ke kantor.



No comments:

Post a Comment